Teman dan Sahabat

Berteman itu kadang suka menyebalkan ya. Suka susah-susah gampang. Apalagi kalau pertemanan itu dalam sebuah group yang terdiri lebih dari lima orang misalnya. Nanti ada yang merasa dikucilkan karena tidak dianggap dalam suatu persoalan. Atau ada yang merasa ditinggalkan oleh teman lama yang sekarang menurutnya telah mendapatkan teman baru. Pada hal kan tidak seperti itu.

Namanya juga kita berteman kalau menurut saya, ya kita harus membaur dengan semuanya. Harus bisa menerima saran atau pun ide dari orang lain tanpa merasa kita di dikte oleh orang itu. Atau kalau teman yang satu sering jalan dengan teman lainnya bukan berarti kita merebut teman tersebut. Hari ini kita pergi dengan yang ini, besok dengan yang lain, ya tidak apa-apa kan? Tidak harus merasa dikucilkan atau tidak dianggap. Kalau mau ikut, bilang saja. Jangan diam tapi sakit hati sendiri terus menyalahkan orang lain.

Mungkin kalau kita berteman sudah terlalu dekat dan bertemu hampir tiap hari akan menjadi seperti itu ya. Hal-hal kecil dan sepele yang seharusnya tidak menjadi masalah bisa menjadi masalah besar. Karena mungkin tidak ada lagi yang dibicarakan karena hampir tiap hari berjalan bersama. Yang terjadi malah berantem atau jadi tidak enak-kan sesama teman lainnya.

Teman yang biasanya tidak peka tiba-tiba menjadi terlalu peka dan menjadi gampang tersinggung dan merasa tersisihkan. Kadang saya pikir dunia pertemanan itu aneh dan lucu. Dimata saya, semua teman-teman saya yang saya kenal sejak saya tinggal disini, adalah teman bukan sahabat. Sahabat saya adalah teman-teman saya sejak jaman sekolah SD, SMP, SMA, atau kuliah yang sampai hari ini kita masih tetap saling memberi kabar meskipun berjauhan negara tempat tinggalnya. Sahabat adalah seorang yang mengenal diri kita dengan baik dan menerima semua kekurangan-kekurangan diri kita. Sahabat dapat mengkritik atau pun dikritik balik tanpa merasa sakit hati atau kurang hati. Sahabat kita bisa marah dan berbaikkan kembali. Karena persahabatan itu terjalin dengan berjalannya waktu dan pengalaman-pengalaman yang kita alami bersama baik itu bagus atau pun buruk, sehingga membangun fondasi yang kuat untuk bersahabat.

Sementara dunia pertemanan itu tidak selalu selanggeng dunia persahabatan. Kita bisa berteman dimana pun dan kapan saja. Tetapi mencari atau mendapatkan teman sejati tidak semudah itu. Teman yang bisa mengerti dan menerima diri kita apa adanya demikian pula sebaliknya. Buat saya, hidup ini sudah cukup rumit jadi tidak perlu ditambah menjadi lebih susah lagi. Ada banyak hal yang benar-benar perlu untuk dipikirkan di dunia ini. Bukan hanya soal sepele karena sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak atau keinginan kita. Apa lagi kita ini semua sudah berkeluarga dan mempunyai anak, rasanya soal iri atau merasa tidak dianggap atau dikucilkan, itu hanya berlaku untuk anak remaja saja.

Grown up and be mature!

Posted by

Hi I'm Ria! I'm a mama, wife, and a little crazy :) I like eating chocolate, baking, and taking photos of pretty things. This is a personal blog. Mostly I'm rambling about my every day life as a mama, wife, & human being, sharing my home cooking recipes, my travel, and a bit of fashion and beauty. Thanks for dropping by here and happy reading! xx

2 thoughts on “Teman dan Sahabat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s