this mama life

Sudah lama ga posting cerita tentang this mama life.  Jadiiiii…..apa saja yang sudah terjadi dengan kehidupan mama yang satu ini?  Well, well…., ternyata middle school dengan this mama tidak berjalan dengan mulus2 saja, banyak sekali batu kerikil ditengah jalan yang kadang bikin stress kadang bikin gemes 🙂

Jadi, the boys sudah kelas 1 SMP sekarang kalau di Indonesia, sementara disini kelas 7.  Beberapa perubahan banyak terjadi.  Dari mulai kegiatan olah raga disekolah dan diluar sekolah yang makin bertambah, homework yang selalu ada ga ada abisnya, tingkah laku yang aga sedikit berubah, dalam hal ini berubahnya lebih ke negatif daripada positif, dan banyak lagi deh yang cukup bikin pusing dan kadang stress!  Pokoknya this mama lebih suka primary school daripada middle school!

Hal pertama yang suka bikin tekanan darah naik sedikit akhir2 ini adalah, mobile phone! Yup, karena sekarang disekolah mereka boleh dibilang 90% anak-anak murid memiliki mobile phone, tentu saja dua bocah ini juga jadi huru hara pengen punya mobile phone.  Sementara pak suami dan saya punya keinginan idealis, ” no mobile phones until you can earn your own money and buy it yourself ”  Iya, kami berdua mungkin termasuk contoh orang tua yang tidak up to date, tidak modern, tidak cool, dan kolot, dan sebagainya.   Menurut kami, mobile phone untuk mereka saat ini tidak terlalu perlu.  Saya masih bisa selalu menjemput mereka pulang dari sekolah.  Kadang memang agak ribet kalau mereka pulang agak telat karena kegiatan olahraga disekolah.  Tapi sejauh ini masih “manageable”.  Jadi sampai saat ini dua bocah ini adalah segelintir anak-anak yang tidak mempunyai mobile phone disekolah mereka.  Kita lihat sampai sejauh mana kedua orang tua yang keras kepala ini bisa bertahan, ok! 🙂

Kedua, back chat atau adu mulut atau argumentasi, frekuensinya akhir2 ini agak2 melewati quota!  Semua hal dari bikin pe-er, swim training, atau hal sepele soal buang sampah pun selalu berakhir dengan argumentasi antara saya dan mereka atau antara mereka berdua, capek deh!

Sejak mereka di middle school otomatis kegiatan mereka semakin banyak.  Dua anak dengan interest yang berbeda, contoh, yang satu pilih water polo untuk summer sport satu lagi basket ball.  Tempat training dan jam yang berbeda cukup membuat saya pontang panting sana sini.  Ditambah dengan status bapak suami yang FIFO kadang saya berkhayal untuk bisa punya mas supir dan mba untuk bersih2 rumah dan masak memasak 🙂  Tapi itu hanya angan-angan belaka….

Hmmm…apalagi ya, sepertinya banyak yang ingin di-keluh-kesah-kan.  Tapi pas uda ditulis koq ga banyak2 amat ya 🙂  Yah,begitulah kehidupan this mama akhir2 ini. Bangun jam 4.30 pagi masih 3 kali dalam seminggu untuk swim training, masih antar-jemput meski kadang mereka kesekolah naik dingy (little mini boat) atau bis sekolah.  Masih tetap harus bawel untuk menyuruh mereka mandi,makan, bikin pe-er, etc.

Satu hal yang this mama perlu banget untuk belajar adalah, to let it go.  Sebagai seorang ibu rasanya susah banget untuk melepas dan mempercayai mereka untuk melakukan sesuatu tanpa saya harus ikut campur.  Contohnya, membiarkan mereka  naik sepeda sendiri ke bmx park yang jaraknya lumayan 15 menit-an dari rumah.  Awal2 selalu was2, apa mereka sudah sampai disana dengan selamat (see mum, that’s why we need MOBILE PHONE!) atau khawatir berlebihan kalau sudah jam sekian belum sampai dirumah dari training.

Membiarkan mereka memilih kegiatan yang mereka ingin lakukan, seperti misalnya ingin ikutan klub sepeda bmx, sementara this mama merasa kegiatan sepeda bmx itu banyak bahayanya, jumpalitan dengan sepeda…too much adrenalin!  Sementara yang satunya lebih memilih kegiatan rowing daripada afl  (australian football league).  Hal-hal seperti itu yang akhir2 ini suka bikin this mama khawatir, resah, dan gelisah.  Ternyata susah ya to let it go itu….saya masih harus belajar banyak untuk menerima kenyataan bahwa the boys sudah mulai memasuki usia remaja, sudah mulai mandiri dengan keinginan dan keputusan mereka masing2.  Sebagai orang tua, saya hanya bisa mengarahkan dan memberi nasihat, tapi tidak bisa selalu mengambil keputusan untuk mereka.  Karena yang menurut saya tidak bagus tapi mereka suka, mau bilang apa?  Pada akhirnya mereka akan belajar dari kesalahan atau keputusan yang mereka buat sendiri.  Nah yang seperti itu susah banget diterima oleh this mama.  Naluri emak-emak masih melekat kuat untuk selalu melindungi mereka.  Tapi yah itu lah proses….

Bagaimana dengan kalian? Untuk yang mempunyai anak pra-remaja apakah punya problem yang sama? Untuk mama-mama lain, nikmati waktu kalian sewaktu anak-anak masih usia single digit, pe-er masih gampang, belum pake ribet dan banyak, masih mau dibilangin atau dengan kata lain belom punya kemauan sendiri dan belom punya opini sendiri secara kuat,  masih mau dipeluk-peluk didepan teman2nya 🙂 Eh, tapi the boys untuk hal yang satu ini masih mau sih dipeluk dan kiss-mummy-goodbye…thanks God! :p

Akhir pekan kami minggu ini super duper sibuknya.  Dari hari Kamis sampai Minggu siang, this mama mondar-mandir antara sekolah, swimming pool, dan beach.  Kamis sore the boys bersama dengan tim renang sekolahnya ikut bertanding renang antar sekolah, dan acara ini merupakan event yang besar, sama sekali berbeda ketika mereka bertanding antar sekolah di primary school. Suasananya bisa dilihat di video dibawah ini 😛 Sabtu dan Minggu, dua hari berturut-turut sejak jam 6.30 pagi kami sudah berada di pantai untuk surf life state championship 2016, another big event! The boys dan surf club mereka did a good job. Bronze untuk surf team dan secara keseluruhan klub kami memenangkan silver untuk State title, woohoo! Ga sia2 deh bangun subuh!😜

( Video is courtesy of Fleur Douglas via facebook ) The cheer squad aka supporters at the swim race 🙂

Mulai minggu ini kegiatan olahraga agak berkurang, tinggal satu event besar lagi  di pertengahan April nanti. This mama berharap sedikit lebih santai di akhir pekan…sebelum nanti permainan sepak bola ala Aussie dimulai musim dingin yang akan datang 😀

img_7034
The Swim Team 2016
img_7045
Picture is from Aquinas College
img_7033
Surf Life State Championship 2016

Sampai jumpa di episode this mama life selanjutnya!

Happy Tuesday!

IMG_9041

 

Posted by

Hi I'm Ria! I'm a mama, wife, and a little crazy :) I like eating chocolate, baking, and taking photos of pretty things. This is a personal blog. Mostly I'm rambling about my every day life as a mama, wife, & human being, sharing my home cooking recipes, my travel, and a bit of fashion and beauty. Thanks for dropping by here and happy reading! xx

20 thoughts on “this mama life

  1. Huaa! canggih bisa nolak anak2 punya hape! whoop well done you mba! I don’t know anything about having kids, but I remember when I was that age is when I wandered around, doing some random shit. The boys sounded very sporty, none of them is joining a band or have a girlfriend or become EMO/goth?

    Like

    1. Hmm let’s see Ndine, so far sih uda berkurang nih ‘nyanyian’ pengen punya hp-nya, fingers cross!

      The boys play guitar dan drum di sekolah uda cukup itu aza, aku ga sanggup lagi anter sana sini buat concert etc🙄🙄 Mereka ada girl as a friends from their primary, tapi girl as a patjar sepertinya tidak/blom tertarik thu, masih lebih demen main sepeda jumpalitan dan surf di laut drpd pacaran kayaknya😜 Plus mereka sekolah di boys only jadi chance ktemu ceweq berkurang juga. They are only 11 anyway😝😝 EMO/goth juga sepertinya ga or belom.

      Like

  2. Wah keren Ria didikan untuk ga ngasih Hp. Mudah2an lancar ya semua kegiatanmu. Wah bangunnya hampir samaan dengan aku. Bedanya aku jam 4.30 bangun trus sholat trus tidur lagi sampai jam 6 haha. Jadi malu sama Mama Ria 😁 kalo mereka lagi argue suasana meriah dong ya Ria. Ngebayangin kembar jadi gemes gitu *aku gemes, kamu pusing hehe. Semangat terus Ria!

    Like

    1. Keren sik ga kale Den, mungkin lebih ke pelit bahahaaaa….secara 2 gitu sekaligus handphonenya! Ga ding, sebisa mungkin kita mencoba men-delay punya hp, too many gadget malah ribet ntarnya😜

      Nah aku ini bukan tipe morning person Den, dari single sampe sekarang. Jadi kl kudu bangun 4.30am sesuatu banget buat aku, jeleknya kl uda bangun gitu aku tipe yg ga bisa tidur lagi!
      Yowes, ntar kl mrk lg argue aku kirim ke Belanda ketempatmu ya Den, biar berbagi kemeroahan dan keseruan sama kamu bahahaaaaa😝😝

      Like

  3. Fighting, mamaaa! 🙂
    Mbak, yg let-go bener bgt deh. Aku ke adik bungsuku (cwo) aja let go-nya susah bener apalagi ke anak ya? Pdhl beda umur kami cuma 8 th. Dan let-go nya itu pas adek kelas 2-3 SMP gitu. Lgsg punya pacar dia 😆 Kubilangin boleh pacaran asal cwenya pinter dan bertahan di 5 besar, untungnya mreka ga lose control sih.
    Daaann.. Mbak Ria samaan kya ortuku ih! Aku ga boleh punya hape sampe masuk SMP.. Punya hapepun musti tunjukkin prestasi dulu~ Anw hobiku baca buku, kalo nilai akhir semester jelek buku2 dan majalahku lgsg dibakar huaaaaa ~

    Liked by 1 person

    1. Bener kan Ge, to let go itu syusyaaaah bener ih! Kamu aza sama adik susah kan, eh tapi ntar kl uda ada ansk mungkin jadi lebih gampang krn uda latihan dengan si adik, Ge😜😜

      Naah kan aku ini tipe ortu yg jadul😜😜 kalo kata the boys, ‘you’re not cool mum’ 😁

      Like

  4. Good job for the boys on the swimming thing, especially for the mama! I remember my teenage years were though with my mum, I had lots of arguments with her hahahaha and reading this makes me think ohhh this is how she probably felt?

    Tetap semangat Ria 😘

    Like

  5. mereka hebat itu mbak, nggak pake ngotot dibeli, bagus.
    walau sebenarnya, dipikir-pikir, banyak membantu komunikasi juga hape nya.
    wah, jadi mikir, karena saya selalu pengen punya anak 4 mbak… 🙂

    Like

  6. hi mba…anakku belum remaja sih…tapi aku setuju untuk menunda kasih gadget selama mungkin…
    hmm.. untuk alat komunikasi sptnya ada alternatif lain selain mobilephone deh…yaitu hp yg fungsinya cuma telp dan sms harga cuma 300rb kl disini…relatif lebih aman sih krn tdk bisa browsing, chatdan terima pics…disana masih jual tdk ya? hehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s