“ga enakan”

“ga enakan”

Sering tidak kamu mendengar kata-kata “tidak enak” or “ga enak” yang tidak ada hubungannya dengan rasa makanan ya. Di dalam pergaulan dengan sesama orang Indonesia, kata-kata ini tidak asing lagi ditelinga saya. “Tidak enak kalau tidak mengundang dia karena dia selalu mengundang saya”, contoh. “Ga enak ah kalau ga dateng, nanti dikira sombong” 😛 contoh lainnya. Dan banyak “tidak enak atau ga enak” lainnya yang sering saya dengar, terutama di lingkungan pergaulan dengan orang-orang Indonesia.

Suatu contoh, seorang teman menanyakan beberapa hal bersangkutan dengan pekerjaan. Saya usul dengan mengatakan sebaiknya hal tersebut ditanyakan langsung ke manager-nya. Karena saya tidak tahu bagaimana aturan dikantornya kan. Teman saya bilang, dia merasa tidak enak untuk menanyakan hal tersebut ke manager-nya langsung, karena tidak enak. Lalu saya bilang dong, adalah hak dia untuk bertanya langsung ke managernya, tidak perlu merasa tidak enak karena memang tidak ada yang perlu di “tidak enak-an. Paling tidak dengan bertanya langsung, kamu akan tahu jawabannya langsung, tidak merasa bingung dan ragu. Kalau kamu malu bertanya atau tidak enak bertanya, kamu tidak akan tahu jawabannya. Dengan bertanya kamu tidak akan rugi juga. You never know if you never ask.

Dengan jawaban saya seperti itu, saya jadi berpikir, apa salahnya bertanya kalau memang kita tidak jelas terhadap sesuatu/pekerjaan. Kenapa harus merasa “tidak enak” untuk menanyakan hal yang patut ditanyakan? Atau apakah saya yang kurang peka selama ini ? Boleh dibilang saya termasuk orang yang “to the point” apa yang ada di otak saya itu yang langsung saya utarakan. Salah satu teman dekat saya pernah bilang , kalau saya itu tidak ada filter kalau ngomong😜 (dulu mungkin iya, seiring dengan pertambahan umur dan pengalaman dalam bergaul, saya merasa sekarang ini saya jauh lebih bijaksana dalam mengutarakan sesuatu 😛) Dalam hal bertanya, terutama tentang pekerjaan, saya termasuk orang yang tidak segan untuk bertanya daripada malu atau takut tanya, terus nantinya malah jadi salah. Mungkin untuk sebagian orang, mereka tidak mau bertanya karena mereka pikir kalau bertanya dikira bodoh ? Entahlah.

Tidak enak bertanya itu adalah satu contoh ya. Ada banyak lagi si yang kadang agak2 sulit untuk saya cerna kalau seseorang mengatakan “tidak enak”. Sering juga karena tidak enak ini, akibatnya kita bisa menjadi korban penyalahgunaan. Seperti ga enak kalau diminta sumbangan untuk ini dan itu dan tidak dikasi. Akibatnya, kadang kita suka jadi korban dimintain sumbangan terus tanpa jelas untuk apa. Saya juga pernah si mengalami situasi “tidak enak”, satu dua kali saya akui saya harus mengalah demi “tidak enak” ini. Karena kadang kalau kita tidak mengikuti peraturan “tidak enak” ini kita akan dinilai sebagai sosok yang sombong, jutex, terlalu kebarat-baratan cara berpikirnya, anti-mainstream, dan lain sebagainya.

Apakah “tidak enak” ini termasuk tata krama di pergaulan sesama orang Asia/Indonesia saja? Apakah orang western juga punya rasa “tidak enak” ini? Mungkin ada tapi tingkatnya tidak sebesar kita sebagai orang Asia? Bagaimana menurut kamu? Apakah kamu sering juga mengalami “tidak enak” situasi? Sebagai orang Indoenesia yang masih mempunyai keluarga di Indonesia, saya juga sering dihadapi dengan situasi tidak enak seperti ini. Misalnya, setiap kali saya pulang ke Jakarta, ibu saya selalu mau saya mengunjungi tante ini dan om itu. Sementara saya suka males bersilahturahmi dengan tante2 dan Om2, no offense, tapi saya merasa waktu saya yang sedikit ini inginnya untuk jalan2, shopping2, dan bertemu dengan sahabat2 lama. Dan kalau ibu sudah pake “tidak enak” kalau tante ini tau kamu disini tapi tidak datang kerumahnya, ya sudah lah saya pun menyerah kepada ‘tidak enak” ini 😅

Jadi, seberapa tidak enak-an kah kamu orangnya ?

Love,

4 responses to ““ga enakan””

  1. Setelah tinggal di negara Scandinavia, perasaan ga enakan ini sudah dibabat habis sampe ke akarnya hahaha, udah ga da sisa2nya, sampe kadang klo berkomunikasi sama orang Indonesia bertanya2 apakah aku terlalu straight forward, borderline rude buat mereka 😛

    Rasa ga enakan ini kadang bikin barrier sih, apalagi di kantor/tempat kerja imho. Mau ijin cuti, ngga enak, mau ijin sakit ngga enak, terus ga bisa ngapa2in jadinya.

    Liked by 1 person

    • Agreed 100% with you Va!! Iya sama apalagi kalo lagi dealing sama orang Indo, nantinya seperti aku tulis dibilang jutex lah, ga toleransi dll.
      Aku masih bersisa 30% si untuk si ga enakan ini dan mostly ke Indonesia community. Kalo ke western people aku ga pake ga enakan 😛

      Liked by 1 person

  2. Aku dari di Indonesia udah gak ada filternya. Jawa Timur banget lah blak-blakan, apa adanya. Sering disangka sombong, gak sopan, banyak yang gak tahan deket2 juga.

    Pindah ke sini, orang sini ternya suka engga enakan juga. Haiyaaaaah…..

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: